CEKCOK.
Latar Belakang

Karena Fakta
Nggak Boleh Kalah.

Berawal dari kepedulian terhadap ruang siber Indonesia, CekCok dikembangkan untuk memutus rantai hoaks. Karena di tengah derasnya informasi, kamu berhak mendapatkan fakta.

Misi Projek

Membekali masyarakat dengan alat pendeteksi hoaks berbasis AI yang pintar, transparan, dan gampang dipakai oleh siapa saja.

Urgensi
Fakta.

Data mencatat terdapat lebih dari 1.923 konten hoaks yang teridentifikasi sepanjang tahun 2024. Dengan rata-rata 160 konten per bulan, misinformasi digital telah menjadi ancaman nyata bagi stabilitas opini publik.

Ancaman Politik

48.5%kasus hoaks didominasi oleh topik politik, memicu polarisasi yang tidak sehat.

Gagal Verifikasi

60-66%warganet gagal mengenali klaim hoaks secara spesifik tanpa bantuan alat verifikasi.

Infrastruktur Deteksi

Membedah logika di balik setiap hasil verifikasi CekCok.

01Model NLP Biner

Inti dari CekCok digerakkan oleh arsitektur Deep Learning yang dibangun melalui TensorFlow Functional API. Model ini tidak dirancang generik, melainkan dilatih khusus untuk membedah kompleksitas konteks bahasa Indonesia.

  • Target Akurasi ≥ 85%
  • Margin Eror (MAE): ≤ 0.02
  • Custom Layer & Loss

02Generative AI

Sistem kami tidak sekadar memberi label Hoaks atau fakta. Dengan mengintegrasikan Generative AI, CekCok menyusun penjelasan naratif.

WORKFLOW

InputPreprocessingDL InferenceLLM ExplainVerdict
Pendekatan Kami

Metodologi
Berbasis Bukti.

Setiap hasil verifikasi tidak lahir dari sekadar tebakan algoritma. CekCok melakukan proses rujukan silang (cross-reference) terhadap basis data yang kredibel.

Integritas Data
Pemrosesan Cerdas
Algoritma Netral
Sinkronisasi Arsip

Arsitektur Teknologi

Pondasi kuat di balik analisis kilat CekCok.

TensorFlow API
PostgreSQL
React.js & Node.js